Pendukung Anies Kecewa Dengan Program Rumah Tanpa DP Yang Dulunya Untuk Warga Gaji 3 Juta Sekarang Kok Berubah Jadi 7Juta

Pendukung Anies Kecewa Dengan Program Rumah Tanpa DP Yang Dulunya Untuk Warga Gaji 3 Juta Sekarang Kok Berubah Jadi 7Juta
Program Rumah Tanpa DP Anies Sandi

"Nyesel pake banget nie...kemarin pilih nomor 3. berharap bisa memiliki rumah tanpa dp...eh ternyata..." @cireng88

"Besok ganti coblos nomor 2 ajalah, Lama lama keliatan ketidaksiapan Anies-Sandi. Persiapannya juga dadakan sih, paslon No. 2 sudah kenyang pengalaman sebagai pemimpin daerah dan sudah teruji kinerjanya, Bye No.3 maafin daku yang sudah selingkuh dari mu ya @Jpjhonsonpal

"Kok bisa berubah sih pak programnya?? Dulu bilang warga dengan gaji 3 juta kok sekarang naik lagi jadi warga dengan gaji 7 juta, gimana jadi pemimpin kalau gak konsisten dengan ucapannya" @jeffkuwang

"Waduhhhh kena tipu gue, gak jadi punya rumah sendiri nih, bisa bisa diusir sama mertua nih, Anisss... mana tanggung jawab lu..."@rendoiloi

"Kamfrettt salah pilih gue dulu, kenapa bisa pilih No. 3, tertipu gue sama program rumah tanpa dp...dulu katanya untuk warga dengan gaji 3 juta perbulan eh sekarang naik jadi untuk warga dengan gaji 7 juta perbulan, sungguh terlalu kau Nisssss..." @Roysuek

Berita Metro, Jakarta - Itulah beberapa komentar pembaca salah satu media online, Apakah mereka bener bener pendukung Anies atau bukan? Bisa iya dan juga bisa tidak. Akan tetapi masuk akal juga untuk menyimpulkan itulah isi hati sebagian besar pendukung Anies, khususnya mereka rakyat kecil yang hidup dibawah garis kemiskinan yang selama ini terbuai dan terlena dengan program angin surga "Rumah Tanpa DP calon gubernur Anies Baswedan, mereka kecewa dan marah karena merasa dibohongi.

Sebagaimana disampaikan salah satu berita online, Sandiaga Uno menjelaskan bahwa program rumah DP 0 rupiah (dengan kisaran harga rumah 350 juta) adalah untuk warga dengan penghasilan 4-7 juta. “Ini dikhususkan bagi warga masyarakat yang pendapatannya antara Rp 4-7 juta,” kata Sandi ditemui sebelum acara Blak-blakan Anies-Sandiaga di Markas detik.com, Kamis (5/4/2017).

Tetapi tentu saja, program ini bukan benar-benar ‘DP 0 rupiah’, sebab sebagaimana dijelaskan Sandiaga, warga yang mengikuti program ini diwajibkan menabung sebesar 2,5 juta per bulan selama 6 bulan sebagai jaminan bahwa si pemohon tersebut memiliki kemampuan membayar cicilan selama KPR. Artinya si pemohon harus memiliki tabungan 15 juta terlebih dahulu agar dapat mengajukan KPR.

Karena program ini untuk mereka yang berpenghasilan 4-7 juta, pertanyaannya, bagaimana dengan masyarakat yang berpenghasilan UMP (Upah Minimum Provinsi) sebesar 3,35 juta, alias dibawah 4 juta? Sandiaga menjelaskan “Selama mereka masih di antara Rp 3,5 juta-Rp 4 juta dan memiliki pendapatan bersih (pendapatan yang sudah dikurangi pengeluaran) itu di bawah Rp 3,5 juta susah sekali untuk memiliki rumah sendiri,” tutur dia. Untuk itu, menurutnya, lebih baik kalau masyarakat bergaji di bawah Rp 3,5 juta tinggal di rumah sewa sembari menabung untuk membeli rumahnya sendiri.

Hahaha, kalau begini, ya sama saja dengan program Ahok. Warga yang belum mampu memiliki rumah dianjurkan sewa rusun, dengan biaya sewa rusun yang relatif murah, diharapkan masyarakat bisa menabung dan suatu saat nanti bisa memiliki rumah sendiri. Dan lebih lucu lagi, program sewa rusun yang ditawaran Ahok (dan sudah berjalan) hanya kisaran 300-450 ribu, sedangkan sewa rumah programnya Anies-Sandi sebesar 600 ribu.

“Sewa mulai dari angka Rp 600.000,” kata Sandi ditemui sebelum acara Blak-blakan Anies-Sandiaga di Markas detik.com, Kamis (6/4/2017). Ia menyebut, biaya sewa tersebut lebih murah dari rata-rata harga kos-kosan di DKI Jakarta yang sekitar Rp 800.000-Rp 1.000.000/ bulan. “Dengan gaji Rp 3,5-4 juta, maka biaya sewa Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta, itu sudah hampir 30% gaji mereka. Kan kasihan kalau terlalu mahal, mereka jadi enggak bisa nabung buat beli rumah. Makanya kita sediakan rumah dengan sewa yang murah,” tutur dia.

Jadi mahal mana, Ahok atau Anies? Hehehe

Seperti kita ketahui sejak debat pertama dahulu, Anies selalu menyindir dan menjatuhkan Ahok dengan mengatakan Ahok tidak pro rakyat kecil karena penggusuran, dan meminta sewa pada rakyat kecil melalui rusunawanya. Oleh karena itu, ia mencoba tampil sebagai pahlawan dengan cara membuat program rumah DP 0 untuk rakyat kecil yang belum memiliki rumah. Namun kenyataannya? Program itu pun bukan untuk rakyat kecil, melainkan rakyat kelas menengah. Kalau seseorang sudah bergaji 7 juta per bulan, tanpa perlu Anies sebagai gubernur, mereka tetap bisa cicil rumah.

Jadi tepatlah seperti kata salah satu komentator, program rumah DP 0 Anies ini “promosinya untuk rakyat kecil, jualnya untuk rakyat kelas menengah.”

Salam stand up comedy pengocok perut......hahaha

Sumber : https://seword.com/politik/rumah-dp-0-untuk-warga-gaji-7-juta-pendukung-anies-kecewa/








Previous
Next Post »